Bertepatan dengan ulang tahun Kota Surakarta ke-264, pasar tradisional Ngarsapura yang pernah jaya dan populer serta merupakan ikon Kawasan Ngarsapura pada 'tempo doeloe', telah dihidupkan kembali dalam suatu upacara yang diresmikan oleh Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu.
"Kota Solo mempunyai komitmen yang kuat untuk menyediakan public space untuk masyarakat melakukan banyak hal seperti berdagang, rekreasi dan wisata kuliner. Adalah penting bagi industri kreatif untuk melakukan pameran/memperagakan pertunjukan sehingga mendapatkan apresiasi dari para pelakunya" ujar Marie Elka Pangestu pada saat peresmian night market Ngarsapura pada 16 Februari lalu.
Night Market Ngarsapura terdiri dari tiga pasar, yaitu Pasar Windujenar (dulu Pasar Triwindu), Pasar Elektronik, dan Pasar Ngarsapura. Pasar Windujenar menjual aneka benda antik dan kerajinan, Pasar Elektronik berfokus pada penjualan barang elektronik, sedangkan Pasar Ngarsapura aneka makanan kering, cinderamata, kerajinan tangan (handicraft) dan garmen.
Ngarsapura selama ini dikenal sebagai sebuah kawasan di dalam Kota Solo yang menyimpan potensi besar sebagai Kawasan Cagar Budaya, dan merupakan salah satu wilayah yang mempunyai kekhasan kota Solo.
Salah satu atraksi yang diperkirakan akan menarik perhatian masyarakat dan wisatawan di koridor Ngarsapura adalah night market atau Pasar Malam. Pasar Malam yang rencananya akan dibuka setiap hari pada pukul 17.00 hingga 22.00 saat ini hanya dibuka pada Sabtu malam di sepanjang Jalan Diponegoro.
"Sesuai dengan tema ‘Solo kreatif, Solo sejahtera', kita ingin mengembangkan industri kreatif yang berbasis budaya di Kota Solo untuk mendukung karakter kota melalui night market Ngarsapura, yang menyediakan ruang untuk memasarkan produk-produk kreatif kepada masyarakat," ujar Walikota Surakarta Joko Widodo.
Suasana didesain sebagai pusat jajanan malam Gladag Langen Bogan (GALABO), namun Night Market Ngarsopura merupakan kumpulan pelaku usaha kecil menengah (UKM) non-makanan. Para pedagang yang berada di night market diutamakan yang belum mempunyai gerai.
Dari 86 tenda yang rencananya akan didirikan di night market ini, hingga saat ini baru tercatat 70 tenda dengan jumlah pedagang 280 orang yang mengisi area. Di bawah masing-masing tenda tersebut terdapat empat pedagang sehingga jumlah keseluruhan akan mencapai 344 pedagang. Pengembangan konsep night market Kawasan Ngarsapura mencampurkan kegiatan komersial dengan hiburan, sehingga menimbulkan daya tarik usaha pemasaran sekaligus menjadi daya tarik kepariwisataan kota Solo.
