Accessibility

  1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Top Navigation

February 2009



Features

Pariwisata

Visit Indonesia Year 2008 Berlanjut!

Jumlah wisman ke Indonesia pada 2008 mencapai 6,43 juta, naik dari 5,5 juta orang dibandingkan pada 2007, namun Menbudpar mengimbau para pelaku industri pariwisata untuk bekerja keras pada 2009.

-Tahun Kunjungan Indonesia 2008 (Visit Indonesia Year) adalah program yang dicanagkan bersamaan dengan peringatan 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional. Program ini merupakan upaya pemerintah mendorong kepariwisataan Indonesia agar lebih berperan dan berkontribusi sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional, dan diharapkan pula sebagai tonggak kebangkitan Pariwisata Indonesia.

Dengan target jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 7 juta orang dan perolehan devisa yang dihasilkan mencapai AS$7,65 miliar, berdasarkan PES (Passanger Exit Survey) 2008 final capaian wisman yang berkunjung ke Indonesia mencapai 6,43 juta orang dan perolehan devisa yang dihasilkan AS$7,53 miliar dengan pengeluaran wisman sebesar AS$1.178/orang per kunjungan. Hal ini menunjukkan peningkatan yang jauh lebih baik dibandingkan 2007 dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang mencapai 5,5 juta orang dengan perolehan devisa sebesar AS$5,3 miliar dengan pengeluaran wisman sebesar US$970/orang per kunjungan.

Pencapaian devisa ini juga jauh lebih baik dibandingkan devisa paling tinggi yang pernah dicapai oleh sejarah Indonesia pada 1996, yaitu AS$ 6,2 miliar.

"Dua capaian terbaik dari jumlah kunjungan wisman dan devisa yang kita raih itu menunjukkan pelaksanaan program Visit Indonesia Year (VIY) 2008 berjalan sukses. Untuk ini, atas usulan semua, pihak khususnya pera pelaku industri pariwisata, VIY akan kita lanjutkan pada 2009. Capaian terbaik pada 2008 akan dijadikan sebagai patokan untuk mendorong target capaian pada 2009," kata Menbudpar Jero Wacik dalam jumpa pers akhir tahun di Gedung Sapta Pesona Jakarta akhir Desember lalu.

Pada 2008, untuk menstimulasi pengembangan destinasi agar berkemampuan tumbuh lebih unggul dan dapat berkembang lebih cepat, diterapkan Kebijakan Pengembangan Destinasi Pariwisata Unggulan bagi 10 Provinsi (Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Papua Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur).

Program Pengembangan Destinasi Pariwisata dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan melalui penerapan kebijakan-kebijakan, di antaranya: pemantapan citra sebagai destinasi yang aman, tertib, nyaman dan ramah lingkungan, mendorong pengembangan destinasi di wilayah NKRI sesuai potensi dan sumber daya masing-masing, meningkatkan produk linkage (market lead-based product), mengembangkan destinasi berkualitas dan berdaya saing: ekowisata, bahari, budaya, belanja dan mice, merevitalisasi kawasan pariwisata populer, mengembangkan aksesibilitas, jejaring dan keterkaitan (networking dan linkage) lintas sektor dan wilayah, meningkatkan peran serta masyarakat dan meningkatkan kemudahan investasi di destinasi pariwisata.

Untuk 2009, target pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) sebesar 225 juta perjalanan, dengan pengeluaran wisnus mencapai Rp. 90 trilliun, sedangkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) 2009 meliputi target optimistis sebesar 6,5 juta, target moderat sebesar 6,4 juta dan target pesimistis sebesar 6,25 juta dengan perolehan devisa mencapai AS$6,50 miliar, dan pengeluaran (expenditure) sebesar AS$1.000/kunjungan per orang.

Kondisi perekonomian global yang mengalami krisis akan berdampak pada pengurangan baik lama tinggal maupun pengeluaran wisman selama kunjungannya di Indonesia. Ini pada gilirannya berdampak pada penurunan pencapaian devisa walaupun jumlah kunjungan wisman meningkat. Menurut proyeksi UN-WTO pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara pada 2009 di bawah 2%.

Dengan ramalan cuaca kurang baik di depan, kita harus tetap optimistis dan realistis. Kalau kita tenang-tenang saja kita akan turun karena krisis moneter. Untuk mencapai target tersebut mari kita kerja keras. Menurut saya, pariwisata sudah menjadi kebutuhan manusia, jadi tidak boleh pesimistis tapi optimistis,î katanya.

Menteri menghimbau semua pihak untuk bersama-sama optimistis menghadapi tahun baru ini.
Visit Indonesia Year 2008 yang akan berlanjut di 2009 dengan mengambil tema Marine Tourism dan MICE; kedua hal ini akan menjadi sektor unggulan namun bukan berarti yang lain akan ditinggalkan karena objek-objek wisata lain juga memiliki daya tarik tersendiri, sport events.

Sejalan dengan prioritas Pembangunan Nasional yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2009, pengembangan di bidang kebudayaan dan pariwisata mengacu pada 3 (tiga) prioritas, yaitu: Peningkatan Pelayanan Dasar dan Pembangunan Perdesaan, Percepatan/pertumbuhan yang berkualitas dengan memperkuat daya tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian, Infrastruktur dan energi; dan Peningkatan Upaya Anti Korupsi, Reformasi Birokrasi serta Pemantapan Demokrasi dan keamanan Dalam Negeri.

Pengembangan SDM diarahkan untuk melakukan pemetaan SDM pariwisata baik dari sisi penyediaan maupun permintaannya melalui perencanaan SDM pariwisata. Di samping itu pengembangan SDM juga diarahkan tidak saja melalui pendidikan formal tetapi juga pendidikan informal. Pada 2009 akan dilakukan pembekalan tentang kebudayaan dan pariwisata bagi pelaku industri pariwisata di 15 destinasi unggulan. Sejalan dengan upaya peningkatan pengetahuan SDM, aparatur pemerintah juga menjadi bagian yang akan ditingkatkan pengetahuannya, terutama mengenal pelayanan prima. Secara nasional, direncanakan akan dilakukan pembekalan terhadap 990 aparatur bidang kebudayaan dan pariwisata melalui kegiatan pembekalan teknis pelayanan prima pada 30 aparatur pada tiap-tiap propinsi.

  • Page
  • 1
  • Other articles

  • Read article from